DIALEKSIS.COM | Aceh - Suara derap sepatu tentara pernah menjadi latar sehari-hari di jalanan Aceh. Pos pemeriksaan berlapis, wajah-wajah tegang, dan malam yang sunyi di tengah kota. Di masa itu, seorang jurnalis bernama Murizal Hamzah (sapaan akrab MH) mengarungi medan liputan yang nyaris tak memberi ruang untuk keliru.
Ketika dia mengayunkan kakinya di bumi Aceh, rasa dekat itu memang sudah merasuk ke relung dada. Dia pernah bertugas di Aceh pada tahun 2002, saat mengenakan uniform militer. Apalagi sang ayah, merupakan sosok yang mendapat catatan tinta emas bagi warga ujung barat Pulau Sumatera ini.